Senin, 22 Desember 2014

profesi keguruan



RESUME
PROFESI KEGURUAN
                                                                          


                                                             
                                                                  




Oleh:
Nama              : Ni Gusti Ayu Alet Irmawati (131 111 17)
Ni Ketut Susi Susanti (131 111 31)
Desak Ketut Patmawati ( 131 111 )
Kelas            : Pendidikan (IIIa)


KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU NEGERI GDE PUDJA MATARAM
2014


GURU FROFESIONAL DAN PENCIPTAAN IKLIM
BELAJAR YANG KONDUSIF
A . Pendahuluan
Guru adalah seorang pendidik, pembimbing, pelatih, dan pemimpin yang dapat menciptakan iklim belajar menarik, aman, nyaman, dan kondusif dikelas, keberadaannya ditengah-tengah siswa dapat mencairkan suasana kebekuan, kkaekuan, dan kejenuhan belajar yang terasa berat diterima oleh para siswa. Lingkungan belajar yang aman, nyaman dan tertib, optimisme merupakan harapan yang tinggi bagi seluruh warga sekolah, kesehatan sekolah, serta kegiatan-kegiatan yang terpusat pada peserta didik merupakan iklim yang dapat membangkitkan gairah, semangat, dan nafsu belajar.
Lingkungan belajar harus mendapat perhatian yang besar, karena lingkungan mempengaruhi situasi belajar. Siswa tidak akan merasa  nyaman, aman, dan tentram belajar manakala kondisi lingkungan yang tidak mendukung, seperti letak sebuah sekolah, kebersihan sekolah, sirkulasi udara, tata ruang, dan suasana ruang belajar. Oleh sebab itu hindarilah membangun sekolah didekat desingan suara mesin yang ribut, pasar, dan jalan raya yang sibuk. Kemudian memperhatikan kenyamana ruangan dengan menanamkan pohon-pohon pelindung disekitar sekolah, menata ruang belajar yang menarik dan menyenangkan. Tempat duduk siswa dapat diubah sesuai dengan tujuan dan metode pembelajaran yang digunakan.
B.Mengembangkan layanan belajar
Lingkungan yang kondusif menurut mulyasa (2005: 16-17) dapat dikembangkan melalui berbagai layanan sebagai berikut:
1.    Memberikan pilihan bagi peserta didik yang lambat maupun yang cepat dalam melakukan tugas pembelajaran.
2.    Memberikan pembelajaran remedial bagi peserta didik yang kurang berprestasi, atau berprestasi rendah.
3.    Mengembangkan organisasi kelas yang efektif, menarik, nyaman, dan aman bagi perkembangan potensi seluruh peserta didik secara optimal.
4.    Menciptakan kerja sama saling menghargai, baik anatar peserta didik maupun antara peserta didik dengan guru dan pengelola pembelajaran lain.
5.    Melibatkan peserta didik dalam proses perencanaan belajar dan pembelajaran.
6.    Mengembangkan proses pembelajaran sebagai tanggung jawab bersama antara peserta didik dan guru, sehingga guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator, dan sebagai sumber belajar.
7.    Mengembangkan sistem evaluasi belajar dan pembelajaran yang menekankan pada evaluasi diri sendiri atau self evaluation.
Beberapa strategi untuk merangsang peserta didik belajar dalam iklim yang kondusif diantaranya:
1.      Saling lempar pertanyaan
Setiap siswa diharuskan menyiapkan pertanyaan tentang maeri pelajaran yang dipelajari,dan melemparkan pertanyaan terhadap temannya.
2.      Mencari jawaban
Diminta siswa menulis tiga pertanyaan atau lebih mengenai suatu topik diatas secarik kertas. Seluruh siswa dikelas dan guru boleh menjawab jika perlu.
3.      Pertanyaan maraton
Tentukan kelompok untuk berpasangan.buat pertanyaan setelah waktu yang diberikan untuk menjawab habis ajaklah pasangan untuk bertukar peran. Setelah pelatihan ini, seluruh siswa dikelas bersama dengan guru, dapat menjawab pertanyaan yang belum terjawab.
4.      Pertanyaan yang ditempelkan
Bagikan beberapa kertas tempel besar, dan minta siswa menuliskan pada setiap kertas itu satu pertanyaan mengenai materi pelajaran. Teman-teman sekelas dan guru boleh menambah jawaban jika perlu. Setiap pertanyaan yang masih tertinggal dipapan setelah pelatihan dapat dijawab oleh guru.
5.      Bola pertanyaan
Bagikan kepada setiap siswa selembar kertas kosong. Mintalah setiap siswa menulis pertanyaan pada kertas itu. Lalu guru mengajak siswa meremas kertas itu hingga menyerupai bola kemudian mereka berdiri dan bermain perang-perangan dengan melempar bola pertanyaan. Kemudian setelah perang mereka mengambil bola pertanyan dan boleh menunjuk siapa saja untuk menjawab pertanyan. Guru dan siswa yang lain dapat mengomentari bila perlu.
6.      Tumpukan kartu (pertanyaan) di atas meja
Bagikan kartu kosong kepada para siswa yang duduk berlima atau berenam per-meja. Mintalah setiap siswa menuliskan pertanyaan pada kartu lalu kocok dan bagikan kartu secara tertelungkup. Lalu jawab pertanyaan, pertanyaan yang tidak bisa di jawab oleh kelompok diletakkan ditengah meja dan ditanyakan kepada seluruh siswa dikelas pada akhir pertanyaan.
7.      Pertanyaan musikal
Siswa disuruh membuat satu pertanyaan lalu semua berdiri membentuk lingkaran.mainkan musik dan edarkan kartu pertanyaan setelah musik berhenti lalu beri waktu untuk menjawab apabila tidak bisa menjawab maka boleh di bantu oleh yang lainnya.
8.      Lingkaran pertanyaan kentang panas
Mintalah semua orang berdiri dan membentuk  lingkaran. Dapat diguakan kentang sungguhan yang berisi pertanyaan. Untuk memancing, guru dapat memberi setiap orang dalam sebuah kartu berisi pertanyaan yang dapat ditanyakan ketika giliran mereka tiba.
9.      Tukar menukar pertanyaan antartim
Pertim disuruh membuat pertanyaan 10-20 pertanyaan dan apabila pertim tersebut berhasil menjawab pertanyaan maka akan diberikan hadiah.
10.  Lemparan pertanyaan
Bagilah kelas menjadi dua tim. Mintalah setiap tim menyusun 10 atau 20 pertanyaan mengenai materi pelajaran untuk tim lawan. Lalu, mintalah kedua tim berdiri dan saling melemparkan pertanyaan satu demi satu. Jika satu tim dapat menjawab pertanyaan dalam waktu yang telah ditentukan mereka mendapat nilai.
11.  Tanyailah sobatmu
Pada pertengahan atau akhir presentasi, kelompokkan siswa berpasangan. Mintalah pasangan itu saling mengajukan lima peranyaan mengenai bahan pelajaran kepada mitranya baik pertanyaan yang mereka ketahui maupun yang tidak. Jika kedua belah pihak tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan, mereka menanyakan pertanyaan tersebut kepada seluruh kelompok pada akhir pelatihan.


12.  Edarkan topi
Mintalah setiap orang menuliskan pertanyaan, satu atau lebih, pada sebuah kartu dan menaruhnya dalam topi. Lalu, minta seluruh siswa mengambil pertanyaan dari topi dan membaca didepan kelas . orang pertama yang dapat menjawab dengan benar mendapat nilai atau hadiah ringan berupa kacang, permen, gula-gula, kuaci, dan lain-lain. Guru hanya menjawab pertanyaan yang tidak dapat dijawab siswa.
C. Tanggung jawab guru dalam memfasilitasi pembelajaran
Tanggung jawab seorang guru ditangannya harus tercipta manusia-manusia yang berbudi luhur, berperilaku baik, berprestasi, berkualitas, dan berakhlak mulia. Maka guru harus memiliki seperangkat kapabilitas sebagai berikut:
v Guru harus memiliki tanggung jawab sempurna dan mengerti pekerjaannya dengan jelas.
v Guru harus seorang yang memiliki kualifikasi dan kapabilitas untuk mengerjakan tugas pembelajaran.
v Guru harus memiliki kewenangan yang cukupuntuk menyelesaikan pekerjaannya dalam pembelajaran.
D. Beberapa prinsip yang perlu mendapatkan perhatian dalam pembelajaran
Yang perlu dilakukan oleh para guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah sebagai berikut:
a.    Persiapan pra-belajar
Siswa harus mendapatkan kepuasan belajar yang menjadi prasyarat untuk materi pokok yang akan dipelajari.
b.    Dorongan (Motivasi)
Perhatian siswa akan besar jika tugas belajar itu mempunyai nilai pribadi atau minat untuk mempelajari besar.
c.    Perbedaan perorangan
Siswa belajar dengan kecepatan yang berbeda-beda dalam merespon, ada yang cepat dan ada pula yang lambat.
d.   Kondisi pembelajaran
Belajar berhasil lebih mudah diperoleh jika kompetensi dasar jelas rumusannya, kegiatan belajar diurutkan sehubungan dengan kompetensi dasar itu.
e.    Partisipasi aktif
Belajar haru dilakukan sendiri oleh siswa dan bukan oleh guru melalui cara penyabaran.
f.     Prestasi yang berhasil
Belajar haruslah terstruktur sehingga siswa merasa tertantang secara mental dan berupaya berhasil dalam belajar.
g.    Praktik
Menyajikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dalam banyak situasi.
h.    Mengetahui hasilnya
Minat belajar siswa akan bertambah, jika hasil belajarnya diberitahu kepada mereka. (hasil ujian, diskusi informal, latihan mengecek sendiri).
i.      Kecepatan menyajikan materi
Kecepatan dan jumlah bahan yang harus dipelajari suatu saat atau dalam suatu pelajaran, hendaknya ada kaitannya dengan tingkat kesukaran dan keruwetan bahan yang dapat dinyatakan dalam kecakapan siswa.
j.      Sikap guru
Dalam mengkomunikasi pembelajaran kepada siswa, peran guru sangat menentukan, yaitu terampil dalam berkomunikasi, bersikap lugas, cerdas, berwibawa, mengayomi, dan memberi dorongan kepda siswa, disamping itu guru memiliki pengetahuan yang banyak dan tidak tua semalam dari siswa, memiliki jiwa sosial budaya.
E. Jenis-jenis perbedaan individual
Ø Kecerdasan
Ø Bakat (aptitude)
Ø Keadaan jasmani (physical fitness)
Ø Penyesuaian sosial dan emosional
Ø Keadaan keluarga ( home backround)
Ø Prestasi belajar (academic achievement)
F. Pelayanan terhadap perbedaan individual
Sebagaimana yang telah dipapar diatas tentang jenis-jenis perbedaan individual dengan ciri-cirinya, maka perbedaan itu akan bermakna manakala mendapat pelayanan yang optimal dari tenaga pendidik, dan peserta didik mendapat kesempatan mengembangkan diri sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

G. Ukuran kelas yang ideal
Suatu permasalahan yang dihadapi lembaga pendidikan diindonesia yang belum terpecahkan adalah besar kelas. Pada umumnya sekolah-sekolah memiliki kelas-kelas yang berukuran besar yang dapat menampung siswa dalam jumlah yang banyak, hal ini dapat dijumpai disekolah-sekolahnegeri atau sekolah swasta yang favorit, menerima jumlah siswa yang banyak setiap tahun sudah menjadi fenomena, walaupun sudah dibuat batasan bahwa setiap sekolah menerima siswa baru rata-rata 40 orang per-kelas, batasan ini suatu hal yang tidak dapat disepakati, ketika tahun ajaran baru dimulai satu persatu siswa masuk tanpa penyaringan dan seleksi, alasan kelas masih dapat menampung beberapa siswa, kelas semula menampung 40 siswa menjadi 45 siswa. Jumlah siswa yang banyak dalam kelas yang besar sudah menjadi trend sekolah-sekolah. Secara psikologis guru akan sulit memberi pembeljaran yang optimal terhadap jumlah siswa yang banyak, akibat dari itu interaksi tidak sempurna, sulit bagi guru mengelola kelas, sulit mengontrol kecakapan siswa, kurangnya partisipasi masing-masing individudalam pembelajaran, dan sulit mencapai tujuan pembelajaran.
Ukuran kelas optimal harus dihubungkan dengan sifat tujuan belajar yang akan dicapai. Data penelitian menentukan ada tiga ketentuan yang dapat di buat:
1)   Bila tujuan kognitif tingkat rendah dan tujuan efektif akan dicapai, kelas besar tidaklah lebih buruk daripada kelas kecil.
2)   Bila tujuan kognitif tingkat tinggi dan tujuan efektif ingin dicapai, kelas-kelas kecil beranggotakan 5 atau 7 siswa adalah ukuran optimal.
3)   Bila yang ingin dicapai adalah tujuan kognitif tingkat tinggi (sintesis dan evaluasi) dan tujuan efektif (karakterisasi), maka tutorial satu lawan satu bukan lebih baik dari pada kelas kecil.
Bagaimanapun juga, Graicunas telah menunjukkan dengan efektif majemuknya pengelolaan atau lebih dari selusin siswa, dan mempertegas masalah-masalah yang berhubungan dengan bertambah besarnya kelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar